Semua orang pasti memiliki kekurangan di dalam dirinya, karena memang manusia ditakdirkan untuk menjadi makhluk yang tidak satupun di antaranya menjadi sempurna pada segala hal. Itulah yang membuat kita bisa berinteraksi antar sesama untuk dapat saling mengisi atas kekurangan tersebut.
Namun lain halnya dengan menonjolkan kekurangan itu menjadi suatu perilaku yang dapat merugikan sesama yang akhirnya akan berbalik kepada diri kita sendiri. Terkadang bahkan seringkali bahwa kita bertindak yang tidak baik, baik yang kita lakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, namun memiliki pengaruh yang sama yang akhirnya menimbulkan kerugian. Tidak luput pula diri saya sendiri yang sangat memiliki banyak kekurangan yang seringkali saya tunjukkan melalui perilaku sehingga orang lain bahkan orang terdekat pun menerima imbasnya.
Berulang kali terjadi bahkan sering mendapat teguran dan timbal balik atas perilaku negatif apa yang kita lakukan, pasti akan terjadi. Karena itulah sifat bawaan kita yang terbentuk sejak dahulu atas dasar apa yang kita terima dan serap di waktu itu yang membentuk karakter kita di masa setelahnya. Dan mau tidak mau, hasil akhir dari perilaku negatif yang berulang kali dilakukan pasti sangatlah fatal, paling tidak orang lain bahkan orang terdekat pasti secara perlahan dan pasti akan menghindar dan membuat batasan kepada kita.
Saya sendiri pun sangat menyadari akan hal itu, dan sampai sekarang pun masih tetap melakukan hal itu. Entah karena diri saya ini yang memiliki kekurangan akan hal ini dalam arti kekurangan yang tetap saya lakukan secara berulang, padahal saya tahu mana yang salah dan mana yang benar, bahkan secara sadar membuat tulisan ini. Padahal tindakan untuk berubah menjadi yang lebih baik dan mulai belajar perlahan-lahan untuk menghindari dan menghilangkan sifat buruk itu sudah sejak lama dilakukan, tetapi kenapa sampai sekarang masih saya terulang. Tidak ada alasan apapun yang dapat mentoleransi atas sifat buruk yang kita lakukan, apapun itu sudah menjadi kodrat bahwa itu merupakan sifat yang buruk.
Satu-satunya jalan atau cara untuk menghilangkan hal itu adalah dengan cara merenung, menyadari atas sifat buruk yang kita miliki itu adalah salah dan tidak baik terlebih sangat tidak memiliki manfaat, yang sudah pasti memberi dampak buruk bagi diri kita sendiri. Lalu setelah sadar akan hal itu, maka hanya diri kita sendiri yang tahu, apa yang harus kita lakukan untuk menahan diri dalam situasi dan kondisi apapun untuk tidak melakukannya lagi, dengan mengingat akan apa yang akan kita terima dari hal itu.
Minggu, 28 September 2014
Sabtu, 23 Agustus 2014
Berani di Depan merupakan Awal dari Kesuksesan
Paling tidak, apa yang saya tulis bukan
karena hanya semata-mata membaca dari sumber lain atau hanya mengetahui melalui
visual saja, tetapi paling tidak apa yang pernah ataupun saat itu sedang saya
rasakan. Salah satunya yaitu tulisan kali ini, saya mendapat inspirasi saat
menjadi pemimpin barisan Bagian Kerja saya di Lingkup Sekretariat Daerah.
Sangat sulit untuk memunculkan
keberanian untuk menjadi barisan terdepan, terlebih menjadi pimpinan barisannya
yang harus menambah jumlah keberanian untuk memberikan laporan kekuatan
pasukan.
Singkatnya, untuk menjadi barisan
terdepan terlebih menjadi pimpinan pasukan, harus memiliki suatu dorongan, baik
berupa keberanian yang muncul secara alami maupun keberanian yang muncul saat
mendapatkan paksaan atas situasi yang ada.
Di situlah letak sulitnya untuk memulai
kesuksesan. Mengawalinya dengan niat, dan melaksanakan niat itu dengan
keberanian. Namun setelah berani memulainya, rasa takut akan di depan ataupun
rasa takut yang lainnya akan pudar dengan sendirinya. Muncul suatu keberanian
untuk siap menerima tanggung jawab beserta resikonya dan akan tercipta suatu
kebiasaan, di mana kebiasaan itu akan membawa kita untuk terus berada di depan
yang dapat menjadi suatu peluang besar untuk mendapat keberhasilan yang lebih
besar lagi.
Hanya bisa dirasakan bagi yang memiliki
keberanian untuk maju, selama berada di depan dan mau terus mencapai
keberhasilan atas peluang yang tercipta, sementara yang lainnya masih
terbelenggu akan ketakutan dan merasa nyaman berada di belakang, akan tercipta
jarak yang semakin jauh untuk meninggal mereka dan memperkecil peluang
persaingan dengan yang lainnya.
Minggu, 17 Agustus 2014
Tujuh Belasan 2014
Akhirnya saya diberi kesempatan juga turut
serta pada perayaan HUT Ke-69 Republik Indonesia. Ya walaupun masih sekelas
lingkup Instansi pemerintah, tepatnya di Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok
Timur. Dan hebohnya tanpa persiapan dan dadakan.
Mau ditutup-tutupi, nanti tulisan ini jadi
kurang WOW..!!! jadi mau tidak mau saya harus bocorkan sedikit aib mengenai
kinerja saya sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil di instansi tersebut. H-3
dari HUT RI itu, saya sudah pasang ancang-ancang untuk berusaha menghindari
setiap gerak-gerik yang sekiranya merupakan aktifitas penunjukan sebagai salah
satu peserta atau yang lebih tepatnya lagi sebagai pemeran atas setiap
aktifitas yang berhubungan dengan perayaan HUT ke-69 RI. Beberapa teman
seperjuangan saya sudah mendapatkan perannya, ada yang ikut gerak jalan, ada
yang menjadi Pengantin di parade Pawai Alegoris, da nada juga yang menjadi
petugas upacara di Kantor. Dan sampai saat itu saya masih bisa mengucapkan
Alhamdulillah karena harapan masih dikabulkan agar tidak terlibat sebagai
petugas apapun.
Yang parahnya lagi, H-1 saya sampai tidak
masuk kantor karena saya berasumsi kalau saya masuk di hari itu, pasti akan
kena tunjuk sebagai salah satu petugas, entah di Pawai atau di Petugas Upacara.
Dan benar saja, jam masih menunjukkan pukul 08.00 WITA, sudah ada 3 panggilan
tak terjawab dari Atasan di kantor. Akhirnya mau tidak mau saya menelpon balik
dan memberikan alasan yang paling masuk akal mengapa saya tidak masuk di hari
itu. Waktu mendekati siang, salah satu Protokol di Kantor juga menelpon, dan
saya berhasil menahan niat untuk mengangkat telponnya, karena pasti telepon itu
memberi kabar bahwa saya ditunjuk sebagai salah satu petugas.
Terbebas dari peserta Pawai Alegoris, sorenya
pun saya bisa menikmati Pawai itu sambil menontonnya ditemani dengan Pacar. Tapi
begitu barisan Kantor yang lewat, sontak langsung bersembunyi di balik penonton
lainnya.
Malam hari itu, muncul rasa bersalah dan
menyesal karena sudah berbuat yang tidak baik. Berniat ingin memperbaiki
kesalahan, akhirnya saya berniat untuk hadir sebagai peserta upacara HUT ke-69
RI di Kantor (Setda Kab.Lotim). masalah pakaian yang digunakan nanti saja
disiapkan selesai sholat subuh.
Nah di sinilah letak serunya. Alarm Handphone
yang berbunyi pukul 05.00 WITA pun gagal menembus gendang telinga, sehingga
dapat menahan getaran ke saraf sehingga usaha bangun di pagi hari pun gagal. Waktu
berlalu 2 jam dan tepatnya pukul 07.00, pengaruh hipnotis selimut, bantal,
kasur dan tman-teman lainnya pun mulai pudar. Tepat pada waktu itu, Telepon
masuk pun bordering, muncul tulisan di HP yang bertuliskan nama dari Kasubag
Protokol di Kantor. Setengah sadar sambil menggeser dan men-“TAP” layar HP,
saya jawablah panggilan itu. Isi dari pembicaraan itu yang langsung membuat
saya sadar 100% dan memberikan tenaga full power untuk segera bergegas
mempersiapkan diri dalam waktu 5 menit untuk berseragam Korpri lengkap dengan
Peci dan sepatu.
Rasa menyesal muncul, mengapa tidak
mengangkat miscall dari Atasan (Asisten 1) dan Protokol di hari kemarin. Ternyata
kedua panggilan tak terjawab itu berhubungan antara yang satu dengan yang lain,
bahwa Upacara HUT RI di kantor yang berperan sebagai Inspektur Upacara adalah
atasan saya sendiri, dan otomatis yang bertugas sebagai ajudan inspektur
upacara adalah saya sendiri. masih ada saja untungnya, karena tiba di kantor
tepat pada waktunya, dalam arti tidak terlambat. Berbekal mental bertanya
sebentar bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan sebagai ajudan Irup, serta
paling tidak pernah menyaksikan langsung jalannya upacara sebelumnya, sehingga
Alhamdulillah tugas yang saya pegang berjalan lancar.
Selasa, 01 Juli 2014
serunya HERE Community Indonesia Appreciation Event
Sebulan yang lalu tepatnya pada tanggal 7 Juni 2014, satu lagi moment yang sangat berharga saya alami yang menjadi suatu pengalaman yang luar biasa atas apa yang telah saya lakukan dan apa yang saya raih dari hal itu. Sebuah event nasional di mana event tersebut, saya menjadi icon karena memiliki prestasi terbaik berdasarkan pertimbangan dari penyelenggara.
Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya :
Setelah berjalan selama 3 Periode sejak Februari 2014 kemarin, pihak HERE (penyelenggara) mengadakan acara HERE Community Indonesia Appreciation Event, di mana acara ini merupakan acara Gathering pertama dari Komunitas tersebut yang merupakan acara berkumpul dari seluruh Map Creator yang mengkonfirmasi kehadiran yang dibatasi 60 undangan, seluruh HERE team, serta dibuka juga untuk umum.
Sangat ingin menghadiri acara tersebut, namun sayang karena berlokasi di Jakarta, pastilah berat di ongkos. Informasi acara tersebut diketahui setelah the leader of HERE Team, Alam Primanda memposting di HERE Expert Community Indonesia pada 10 Mei 2014 di saat periode ke-4 sedang berjalan.
Singkat cerita, pada tanggal 15 Mei 2014, di kotak email live.com saya masuklah email dari HERE, bahwa email itu berisikan pemberitahuan bahwa saya terpilih sebagai salah satu dari lima Superuser HERE Map Creator. Sedikit penjelasan mengenai Superuser, merupakan 5 orang communities member di dalam HERE Map Creator yang tidak saja
dihitung dari jumlah kontribusi besar, namun juga memberikan kontribusi
lain berupa best practices, expertise, sharing knowledge, serta banyak
memberikan input positif. Email itu sekaligus memberi kabar gembira bahwa Superuser memiliki jalur VIP untuk menghadiri berbagai macam event yang diadakan HERE, termasuk HERE Community Indonesia Appreciation Event, termasuk semua akomodasi Pergi dan Kembai, mulai dari transport dari Rumah ke Bandara, Tiket Pesawat + Airport Tax, Hotel, serta semua pengeluaran konsumsi selama 2 Hari (6 & 7 Juni 2014).
Kabar yang sangat menggembirakan, selain bisa hadir di acara itu, seluruh biaya juga ditanggung. dan langsung saja saya mengkonfirmasi accept email dari HERE itu. kelima superuser ini terdiri dari Saya Sendiri, Wayan dari Lampung, Nor dari Jogja, Fauzi dari Jogja, dan Sanggi dari Garut. Untuk saya pribadi, mungkin alasan terpilih sebagai superuser karena sudah 2 Periode ini berada di peringkat pertama sebagai Kontributor tertinggi atas KM, POi, dan Nomer Rumah.
Karena acara itu berlangsung tanggal 7 Juni 2014, maka saya berangkat sehari sebelumnya sekitar pukul 18.50 WITA, namun karena gangguan teknis pihak maskapai penerbangan, sehingga harus menunda keberangkatan sekitar 1,5 Jam. Perjalanan dari Lombok - Jakarta ditempuh selama 2 Jam, sehingga sampai di Bandara Soeta sekitar pukul 21.30 WIB. beberapa hari sebelumnya, saya memang sudah janjian dengan Wayan karena waktu tiba di bandara bersamaan, sehingga dari Bandara menuju ke Sofyan Hotel Betawi kami tempuh bersama-sama menggunakan taksi.
Sampai di Hotel, setelah melakukan check in, saya tidak lagsung istirahat walaupun sangat lelah di perjalanan. Tetapi keinginan untuk bertemu dengan Superuser lainnya. Dan tak lama setelah meletakkan barang bawaan di kamar, Wayan dan Nor memencet bel kamar, dan mereka mengajak untuk memanggil Superuser lainnya. Tetapi Fauzi dan Sanggi tidak merespon karena sudah terlebih dahulu istirahat. Dan hanya kami bertiga yang mengobrol sampai pukul 00.30 WIB di kamar saya.
Keesokan harinya, setelah sarapan kami langsung bergegas menuju Lokasi acara yang bertempat di POSTE Kitchen n' Bar di Gedung The East, di mana di depan hotel sudah menunggu Travel yang akan membawa kita ke Lokasi. Jaraknya tidak terlalu jauh dan tidak melewati jalur macet, sehingga hanya 15 menit kami sampai di Lokasi.
Setiba kami di Lokasi, setelah melakukan registrasi di Loby depan, kami diberikan tas yang berisikan merchandise keren. ada 2 Kaos, Hoodie, Mouse Wireless, dan selembar artikel HERE. dan juga tidak lupa memakai name tag. Acaranya sangat seru, dikemas secara santai namun tetap terlihat sopan. Mulai dari penyampaian sambutan dan beberapa ulasan mengenai HERE dari penyelenggara secara bergantian, slide show profil dari masing-masing superuser, sampai pada acara door prize dengan melakukan scaning barcode yang ada di dalam name tag yang diakhiri dengan memberian penghargaan kepada Superuser dan beberapa pihak pendukung dari Program ini seperti Blog Windows Phone Indonesia idwinphone.com dan akun twitter Nokia Indonesia @nokianesia.
Di akhir acara sebelum kami bertolak menuju Bandara, kami diberikan kesempatan untuk mencoba Mobil canggih milik HERE Maps yang digunakan untuk me-record data-data Map secara akurat dengan segala kecanggihan alatnya. Merupakan pengalaman yang sangat Luar biasa.
Terakhir, kami diinterview oleh HERE mengenai segala hal mengenai HERE Maps Creator yang kami sampaikan secara bebas yang nantinya akan digunakan sebagai bahan artikel mengenai program ini yang akan dimuat di 360.com
2 hari yang sangat singkat saya rasakan, namun menjadi waktu yang sangat cukup untuk membentuk suatu keluarga baru. Saya merasakan lebih dari sekedar berteman dengan mereka, namun sudah merasa sebagai saudara. Sehingga berat rasanya untuk mengakhiri pertemuan yang singkat ini. Sore itu setelah berjalan-jalan sebentar berlima, kami mengantar Sanggi menuju travel yang akan digunakan untuk pulang menuju Garut. Tak lama setelah itu kami mengantar Fauzi menuju Bandara Halim, yang selanjutnya kami mengantar Nor menuju ke rumah kerabatnya di Jakarta karena Nor akan kembali ke Jogja besok. dan tersisalah saya dan Wayan yang bersamaan menuju ke Bandara Soeta karena waktu Boarding kami bersamaan, dengan diantar oleh travel yang disiapkan oleh HERE.
Modifikasi Body Kit Honda Grand Civic EF
Mau bagi sedikit pengalaman nih buat para pembaca yang kebetulan lagi browsing tentang body kit, apalagi untuk mobil kelahiran tahun 90'an. Kebetulan saya punya Honda Grand Civic tahun 1990 yang sebelumnya memang catnya sudah mulai pudar dan beberapa sudut lecet, sedikit penyok, pecah, bahkan keropos. Jadi karena niat di cat, sekalian aja dibuatkan body kit yang symple namun tetap memberikan kesan modifikasi.
Sebelum di cat
Nah itu dia penampakan sebelum di cat, modifikasi seadanya. itulah kelebihan cat warna silver, cat pudar, lecet dan kerusakan kecil lainnya tidak terlalu nampak bila dilihat dari kejauhan. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mulai mengecat Mobil adalah mencari informasi mengenai Bengkel cat terbaik dan juga mengenai biayanya. Setelah survey, saya mengantongi tiga bengkel cat terpercaya dengan biaya masing-masing. Namun pilihan jatuh kepada bengkel cat terahir walaupun dari segi biaya, bengkel ini memang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan bengkel lainnya. dan jaraknya pun tidak jauh dari rumah, sekitar 50 meter dari rumah dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Bengkel ini tempatnya tidak begitu permanen, hanya memanfaatkan garasi kosong milik orang lain yang disewa, dan juga memanfaatkan halaman rumah tukang cat tersebut. Saya kurang tahu nama asli dari tukang cat ini, tapi dia familiar dengan panggilan Ramos. Letaknya persis sebelah kiri jalan setelah Jembatan yang membatasi Rakam dengan Batu Beleq bila melalui jalur dari arah Selong ke Sakra. Dari beberapa sumber terpercaya, memang di tempat itulah kualitas cat yang terbaik.
Sedikit pengalaman sebelumnya, pada awalnya saya pun melakukan browsing mencari informasi dari internet mengenai body kit. singkat cerita, ide yang muncul tertuju pada tulisan mengenai pembuatan body kit berbahan fiber glass. setelah mengetahui cara pembuatannya, nekatlah saya untuk membuat body kit sendiri menggunakan fiber glass.
Mumpung Mobilnya Bapak sama dengan Mobil saya, jadi saya memanfaatkannya untuk membuat cetakan dasar bumper depan. Mulai dengan membuat cetakan dasar dari tanah liat (lempung) yang saya dapatkan dari sentra kerajinan di sekitar tempat tinggal. Setelah menemukan bentuk yang sesuai keinginan, barulah melakukan pembuatan bumper fiber glassnya.
Setelah 3 hari, barulah bumper tersebut selesai dikerjakan. Dan hasilnya lumayan, tinggal dirapikan menggunakan grinda, amplas dan dempul. setelah mengetahui bagaimana rasanya membuat sendiri, saya menyimpulkan cukuplah sekali dan tidak melakukannya lagi, selain biayanya lumayan besar, tenaga serta efek samping dari serpihan serat-serat itu cukup membuat gatal badan selama 3 hari.
Barulah saya membawa mobil ke bengkel cat dan hari itu juga langsung diterima sambil menyampaikan arahan-arahan harus diapakan mobil ini. Mulai dari warna pilihan, pemasangan body kit buatan sendiri, sampai penambahan body kit samping dan belakang yang saya tunjukkan menggunakan foto. Ternyata setelah diperhatikan, bumper buatan saya itu terlalu berat, terlebih akan dilapisi dempul, pasti akan lebih berat lagi. sehingga mau tidak mau harus membuat ulang menggunakan plat besi yang saya serahkan kepada tukang cat.
Yang harus disyukuri adalah tidak ada kerusakan yang begitu parah di bagian body, sehingga pengerjaannya tidak memakan waktu lama, sehingga bisa fokus pada pembuatan body kit saja. dan setelah 5 minggu pengerjaan barulah terlihat hasilnya.
Senin, 07 April 2014
Menunggu
Menunggu, adalah salah satu pekerjaan yang
paling menyebalkan. Banyak hal yang menyebabkan kita harus terpaksa
melakukannya, baik itu karena tuntutan kerja, tuntutan situasi dan kondisi,
bahkan terpaksa menunggu karena menginginkan sesuatu. Menunggu juga merupakan
salah satu ujian untuk mengukur nilai kesabaran seseorang.
Alasan yang paling memaksa untuk menunggu
adalah karena tuntutan pekerjaan. Biasanya yang paling sering mengalaminya itu
seorang bawahan. Bisa juga dialami oleh sesama rekan kerja, ataupun atasan yang
menunggu bawahan. Hanya saja yang paling membuat kita terpaksa apabila kita
menjadi seorang bawahan.
Menunggu karena suatu situasi dan kondisi
bisa dialami dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti menunggu hujan reda
agar bisa melanjutkan perjalanan, menunggu Ferry menyandar sampai di pelabuhan,
dan masih banyak hal yang kita bisa jumpai di kehidupan sehari-hari yang
menjadi alasan mengapa kita harus menunggu.
Yang paling menyebalkan adalah menunggu
karena menginginkan sesuatu. Terjadi kegalauan dalam menunggu yang ini, antara
kesal karena menunggu lama, dan perasaan senang karena akan mendapatkan sesuatu
yang paling kita inginkan. Tak perlu dijelaskan, pasti mampu mencari contoh di
kehidupan sehari-hari. Menunggu untuk alasan ini bisa menimbulkan kesan akan
menyia-nyiakan waktu bahkan umur karena menunggu. Selalu menghantui pikiran
akan mendapatkan hal yang paling ditunggu-tunggu, karena alasan yang satu ini
memiliki waktu yang lebih panjang dibandingkan dua alasan sebelumnya.
Baik, satu contoh saja seperti apa yang paling
update yang sedang saya alami, dan bahkan hal ini yang menjadikan alasan
mengapa sampai timbul ide untuk menjadikannya sebagai sebuah artikel. Untuk sekarang
ini memang saya sedang menunggu suatu kiriman, kiriman berupa sebuah
merchandise dari hasil mengikuti lomba yang diadakan oleh salah satu perusahaan
aplikasi Peta Digital berbasis GPS dari Vendor Operasi Sistem Telepon Selular. Hal
yang membuat mengapa sampai rela untuk menunggu berhari-hari karena dipercaya
sebagai juara utama dari event itu. Memang sudah jelas berapa lama proses
pengiriman barangnya itu, tapi justru karena itu yang membuat semakin dilemma untuk
menunggunya. Ditambah lagi informasi keterlambatan pengiriman Merchandise
tersebut.
Namun pada dasarnya, kata kerja “TUNGGU” dan
mendapatkan imbuhan awalan kata “ME-“ sehingga menjadikan sebuah kata “MENUNGGU”
itu diciptakan sebagai bentuk dan petunjuk bahwa semua hal yang akan kita
dapatkan sebagaimana kepercayaan dari Sang Pencipta untuk menitipkan rejeki itu
akan diberikan pada waktu yang paling tepat sehingga manfaat dari pemberian
tersebut dapat digunakan secara maksimal serta menghindari dari hal-hal yang
tidak diinginkan diluar dari apa yang kita pikirkan.
Senin, 31 Maret 2014
Bebas Berekspresi ???
Setiap manusia memiliki kebebasan untuk
mengekspresikan dirinya dalam bentuk apapun. Emosi serta apa yang telah,
sedang, dan yang akan dihadapi sangatlah mempengaruhi wujud ekspresi seseorang.
Namun, bahasa dari kata bebas itu sendiri sebenarnya tidaklah semata-mata bebas
murni, namun banyak aturan yang menjadi batasan atas pengekspresian diri
tersebut.
Yang paling sederhana adalah aturan yang
timbul dari diri kita sendiri. Aturan atas apa yang akan kita ekspresikan
berdasarkan emosi yang telah, sedang, dan yang akan kita alami. Diri kita telah
dianugrahi berupa akal pikiran, yang mampu memikirkan terlebih dahulu atas apa
yang akan kita lakukan. Apakah yang akan kita lakukan itu baik bagi diri
sendiri ataupun di mata orang lain, ataukah bernilai buruk dan dapat merugikan
diri sendiri ataupun kepada orang lain.
Di zaman sekarang ini sedang ramai
diperincangkan mengenai istilah Lebay dan Alay di kalangan anak muda. Dan tak
sedikit juga dari kalangan orang tua pun tidak asing bagi kehidupannya. Entah dilakukan
secara sengaja atau dianggap biasa dan lumrah bila melakukan suatu perbuatan
atau tindakan yang berlebihan (Lebay) dan Alay. Alay sendiri memiliki banyak
arti, namun yang paling tertangkap pada pemahaman diri saya adalah orang yang
berekspresi di luar batas kewajaran, baik melalui pebuatan ataupun perkataan
yang menimbulkan kesan terlalu dibuat-buat dengan tujuan ingin mendapatkan
perhatian dan komentar dari orang lain.
Contoh dari hal kecil, yang menjadi dasar
atas tulisan ini yaitu seseorang yang memiliki suatu profesi di mana di mata
masyarakat dituntut untuk menunjukkan kewibawaan, ketegasan, kesigapan, yang
akan menimbulkan rasa aman kepada masyarakat, keseganan dan rasa hormat. Bukan dari
semua golongannya yang seperti itu, namun hanyalah beberapa oknum. Namun disitulah
letak bahanyanya, ibarat pernyataan yang menyatakan bahwa satu makan nangka semua
kena getah, segelintir oknum tersebut yang akan menimbulkan kesan yang sama
bagi golongannya di mata masyarakat.
Seperti yang diuraikan di beberapa paragraph awal,
kita dikaruniai akal fikiran untuk memilah-milah perilaku yang akan kita perbuat.
Harus dimulai dari kesadaran bahwa dirinya itu memiliki profesi yang selalu
dipandang oleh masyarakat, dia harus menunjukkan sikap yang tegas, berwibawa,
dan taat sehingga timbul rasa segan dan hormat kepadanya. Namun oknum yang
disebutkan tadi malah mengekspresikan dirinya diluar dari yang seharusnya
dilakukan. Aturan yang membatasi kebebasannya itu adalah aturan bahwa dia
sedang menyandang status atas profesi yang sedang dia miliki. Pikirannya harus
memberikan kesadaran kepada dirinya bahwa dia tidak harus berperilaku diluar
dari yang seharusnya.
Aturan serta hukuman atas pelanggaran
peraturan itu memang tidaklah mengikat dan kasat mata, tidak dirasakan secara
langsung dan tidak memberikan dampak yang begitu nyata bagi dirinya sendiri. bahwa,
aturan itu ada pada dirinya sendiri dan hukuman pelanggaran itu pula menuntut
dirinya untuk lebih peka dan merasakan respon dari orang-orang disekitarnya. Apabila
tidak mampu menimbulkan rasa peka atas respon dari orang lain tersebut, maka
tidak ada masalah bagi dirinya sendiri, namun hukuman tersebut berupa respon dan
kesay dan yang negative dari orang lain, respon serta kesan yang memandang
bahwa profesi tersebut ternyata Lebay dan Alay.
Sebenarnya seperti yang sebelumnya dikatakan
bahwa kita bebas untuk mengkspresikan diri, entah itu melalui perbuatan ataupun
perkataan. Namun ada banyak batasan-batasan yang harus diperhatikan, mulai dari
hal kecil seperti batasan moral sampai pada hal terbesarnya berupa batasan yang
memiliki hukuman tindak pidana.
Talk Less Do More
Jiwa dan karakter pada setiap orang pasti berbeda-beda.
Terlebih kepada respon dan tanggapan terhadap suatu hal. Suatu hal yang
dimaksud seperti sesuatu hal yang baik bersangkutan atau pun tidak kepada
dirinya sendiri, yang dianggap menarik dan menjadi topic di masa itu. Bukan menyombongkan
diri sebagai orang yang paling sempurna, tetapi hanya ingin menyatakan pendapat
pribadi mengenai hal tersebut.
Tidak ada salahnya memberikan komentar atas
apa yang muncul dari benak kita bila menghadapi dan menjumpai suatu hal, karena
Negara sendiri menjamin kebebasan setiap warga negaranya untuk menyampaikan
pendapat. Namun terkadang kebanyakan dari masyarakat yang memiliki tingkat vocal
yang tinggi, dalam arti lebih banyak yang menyampaikan aspirasi atau pendapat melalui
suatu komentar-komentar baik secara lisan maupun tertulis, secara langsung
ataupun melalui media social.
Lebih mengerucut lagi pada suatu hal yang
masuk di dalam lingkungan atau situasi menghadapi atau mengikuti suatu event
atau ajang lomba tertentu. Suatu event selalu memiliki aturan main tersendiri
dalam menjalankan programnya, yang telah disusun dan ditentukan oleh panitia di
jauh hari sebelum event itu dilaksanakan. Otomatis, para peserta harus mau
tuduk kepada aturan, dan biasanya di awal sebelum event itu dilaksanakan,
selalu ada form konfirmasi atas perseujuan mengikuti, patuh dan taat kepada
peraturan.
Segala efek dari pada peraturan yang ada
selalu menimbulkan dua kesan, positif dan negative. Efek yang dirasakan sendiri
langsung bagi pihak yang terlibat sebagai peserta yang menikuti event tersebut.
Selalu mengutamakan kenyamanan, dan terkadang bahkan kebanyakan aturan pada
event tersebut lebih kasarnya dapat dikatakan menimbukan paksaan dan
ketidaknyamanan. Itulah yang menjadi nilai persaingan antara para peserta, dan
memaksa untuk memberlakukan hokum rimba, siapa yang kuat lah yang bertahan,
namun harus disertai dengan jiwa sportif dan professional.
Dari peraturan yang dinilai memaksa dan
menimbulkan rasa ketidaknyamanan, maka hal itulah yang menjadikan banyak
bermunculan komentar-komentar negative dalam bentuk cibiran serta “gerutuan”
dari para peserta yang mengikuti event tersebut. Muncul kritik dan saran atas
peraturan yang ada dimana komentar tersebut pada intinya agar membuat para
pesertanya nyaman dan menikmati event, namun banyak juga yang tidak terlalu
memperhatikan kepentingan para penyelenggaranya.
Suatu kesalahan terjadi pada kasus ini, yang
seharusnya taat dan menjalani segala aturannya apabila ingin mencapai tujuan
akhir, bukan malah membuat peraturan sendiri di dalam event tersebut. Tidak salah
pada sisi memberikan komentar berupa saran, namun tidak bersifat memaksa. Pada intinya,
bila ingin mendapatkan hasil akhirnya, berusahalah sekuat tenaga namun tetap
berada pada jalur aturan yang ada.
Ingat, suatu event pasti memiliki waktu
pelaksanaan, daripada digunakan hanya untuk mengeluh dan memberikan banyak
komentar serta penjabaran yang banyak, lebih baik digunakan untuk merusaha
sekuat tenaga untuk mengikuti segala program yang ditentukan sesuai aturan yang
ada. Seperti pada suatu pernyataan yang menyatakan bahwa, ikuti aturan, maka
aturan yang akan menjaga mu.
Di sinilah tempat peran serta pepatah yang
mengatakan bahwa, sedikit bicara banyak bekerja. Maksudnya, kurangi komentar,
saran, dan penjabaran yang terlalu panjang sehingga menimbulkan kesan yang
sia-sia, dan manfaatkan waktu yang ada untuk terus bekerja dan melaksanakan
program pada event tersebut sekuat tenaga, dan tinggal menunggu hasil keputusan
dari panitia penyelenggara.
Rabu, 26 Maret 2014
Menjadi Kontributor Here Maps Indonesia
Rupanya, kehidupan kita di jaman sekarang
sudah sangat dimanjakan oleh tekhnologi yang sangat canggih sehingga mememberi
kemudahan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan. Salah satunya pekerjaan atau
aktifitas yang membutuhkan suatu system navigasi untuk menunjukkan arah dan
lokasi.
Ya, seperti yang kita sama-sama ketahui bahwa
system navigasi sudah didukung oleh suatu tekhnologi canggih dan pintar yang
disebut dengan GPS. Semakin berjalannya jaman maka semakin praktis pula
tekhnologinya. System-sistem navigasi GPS sudah dibenamkan pada smartphone yang
senantiasa kita bawa bepergian kemana-mana.
Yang selalu saya gunakan pada saat ini yaitu
aplikasi navigasi yang bernama Here Maps. Here Maps ini saya ketahui sejak
menggunakan Smart Phone bersistem operasi Windows Phone. Sangatlah membantu
salah satu aktifitas yang saya lakukan, dan juga saya yakin sangat bermanfaat
bagi seluruh lapisan masyarakat dunia.
Kebetulan sejak dahulu, pekerjaan sampingan
orang tua saya adalah sebagai pengusaha jual-beli kendaraan bekas. Dan sekarang
semenjak pensiun dari pekerjaan utamanya, Bapak saya lebih memfokuskan untuk
melanjutkan usahanya itu untuk mengisi waktu sehari-hari. Sehingga untuk
mendapatkan barang dagangannya tidak hanya di wilayah sekitar saja, namun
terkadang sampai ke luar daerah. Dan salah satu kendalanya adalah mencari
lokasi apabila sudah mendapatkan informasi barang buruannya itu di mana.
Terkadang alamat sudah didapat, namun dikarenakan tidak mengetahui posisi
alamat itu dengan pasti maka waktu akan habis hanya digunakan untuk bertanya di
jalan.
Pengalaman sekitar satu bulan yang lalu,
Bapak saya ingin mengambil kendaraan di Bali, karena selisih harga di Lombok
tempat saya tinggal dengan di Bali sangatlah jauh dan menjanjikan keuntungan
yang cukup menggiurkan. Urusan TNKB pun sudah tidak menjadi masalah karena
banyak pihak yang menyediakan jasa pembayaran samsat lintas daerah di mana apabila
selisih biaya mengurus TNKB Lokal dibandingkan luar daerah melalui jasa
tersebut dengan TNKB tidaklah terlalu jauh. Hal itulah yang dimanfaatkan oleh
Bapak saya, dengan pertimbangan bahwa walaupun konsumen mengetahui selisih
harga antara Bali dengan Lombok lumayan jauh, namun mereka tidak berani
mengambil resiko. Dalam arti mereka memikirkan apabila mencari sendiri
kendaraan bekas di Bali, apakah mereka tahu lokasinya di mana dan pasti lebih
memakan waktu dan biaya yang lebih besar.
Sehingga setelah saya mengetahui rencana
tersebut dari obrolan kecil dengan Bapak, maka yang langsung muncul di pikiran
saya adalah Here Maps. Untuk lokasi di wilayah kota-kota besar apalagi di
Denpasar-Bali, saya yakin data peta yang ada sangatlah lengkap, sampai
menjangkau ke gang-gang kecil. Dan benar saja, setelah alamat itu disampaikan
oleh Bapak, dan saya langsung meng-input alamat pada kolom pencarian, dan dalam
sekejap Here Maps langsung menunjukkan lokasinya secara akurat beserta jalur
yang akan dilewati dan dipermudah dengan bantuan panduan suara. Canggih bukan ?
Sehingga setiap ada rencana untuk mengambil kendaraan ke Pulau Dewata lagi, Bapak
pasti selalu mengajak saya.
Perjalanan itu pun berjalan mulus sampai
kepada alamat tanpa memakan waktu yang lama, walaupun ada sedikit kejadian yang
sangat disayangkan, gadget kesayagan saya jatuh di perjalanan sehingga gorilla
glassnya pecah, namun syukur masih bisa digunakan.
Karena
saya termasuk orang yang tetap mengikuti informasi perkembangan tekhnologi
beserta aplikasinya, sehingga setiap hari saya selalu mengikuti salah satu blog
yang mengulas dan membahas dengan lengkap tentang Windows Phone yaitu
idwinphone.com, karena gadget yang saya gunakan bersistem operasi Windows
Phone. Dan di salah satu threatnya pada tanggal 8 Februari 2014 yang berjudul
“Jadi Kontributor HERE Maps, Dapatkan Merchandise Keren”. Karena sekarang yang menjadi salah satu aktifitas
berdasarkan pengalaman saya tadi didukung oleh system navigasi, sehingga saya
pun tertarik untuk membuka threat tersebut.
Setelah membacanya, langsung muncul dua ide,
selain berkesempatan untuk melengkapi jalan, lokasi penting (Poi), serta nomer
rumah yang ada di sekitar kita, karena walaupun kita sering melewati dan
mengetahui suatu tempat, namun terkadang kita tidak mengetahui alamatnya. Dan
yang lebih menarik lagi yaitu Merchandisenya, tidak muluk-muluk untuk mengejar
yang pertama, cukup Merchandise ketiganya saja yaitu Nokia Lumia 520 dengan
rencana apabila dijual kembali, bisa untuk memperbaiki Gorilla Glass Nokia
Lumia 920 saya.
Sehingga pada tanggal 13 Maret 2014, saya
bergabung sebagai contributor Here Maps, dan dimulai dengan melengkapi jalan
yang ada di kota saya. Cukup menyenangkan mengerjakannya, karena dibantu dengan
foto satelit yang disediakan oleh Here Maps, kita tinggal meraba-raba dan
mengingat jalan tersebut dan langsung mengentry data ke Here Maps Creator.
Namun setelah beberapa hari mambuat jalan, jalan-jalan yang belum dibuat di
peta sudah mulai lengkap. Namun ternyata saya melupakan bahwa lokasi-lokasi
penting yang ada di kota saya masih kurang. Mulai merencanakan strategi
bagaimana memanfaatkan waktu yang ada untuk mendapatkan jumlah jalan dan Lokasi
penting (Poi) agar mencukupi Badges untuk mendapatkan Marchendise itu.
Saya mulai merasakan serunya menjadi
Kontributor Here Maps sejak mulai membuat Poi, karena selain memang suka
bertualang, kita jadi lebih tahu secara lengkap mengenai lokasi penting (Poi)
yang ada di tempat tinggal sampai ke pelosok. Hanya saja harus memiliki cukup
tenaga serta mental yang tebal, karena menjelajah untuk mencatat satu persatu
setiap Poi yang dilewati, juga harus siap menjadi orang yang selalu diperhatikan
sepanjang jalan atas apa yang kita lakukan, karena setiap berhenti di depan Poi
yang akan kita catat, pasti ada orang yang memperhatikan dengan tatapan
mencurigakan dan penuh rasa ingin tahu, dan tidak jarang orang tersebut menanyakan
langsung apa yang kita catat itu.
Sehingga pada penutupan periode pertama,
Badges saya cukup untuk ditukarkan dengan Nokia Lumia 520. Senang sekali saat
itu dan tidak sabar ingin cepat-cepat menerimanya. Sehingga pada tanggal 7
Maret, Merchandise itu sampai di rumah. Namun saat itu saya sedang di kantor
dan yang menerima di rumah adalah Ibu. Sepulang kerja, ibu bertanya-tanya itu
apa, dan saya menjelaskan bahwa itu adalah Merchandise dari Here Maps.
Dari saat itu saya selalu kepikiran karena sepertinya
ibu lebih membutuhkannya, dilihat dari Handphone yang digunakan sudah mulai
menunjukkan tanda-tanda kerusakan, pekerjaannya yang selalu menghubungi dan
dihubungi oleh pasien Facial tempat ibu bekerja. Saya paham bahwa seorang ibu
untuk membeli sebuah handpone dengan harga mahal, lebih baik uangnya digunakan
untuk membeli beras atau kebutuhan keluarga lainnya. Sehingga esok harinya saya
tidak sabar untuk segera pulang dari kantor untuk memberikan Handphone tersebut
kepada ibu dan mengurungkan niat untuk menjualnya lagi, karena masih ada
periode selanjutnya untuk mendapatkan kesempatan memperoleh Merchandise.
Setelah periode kedua berjalan, sisa badges
yang saya miliki hanya tinggal ditambah sedikit badges lagi untuk mendapatkan
merchandise lagi. Sehingga karena Poi dan Jalan di kota saya sudah lengkap,
untuk melanjutkannya saya lakukan dengan santai sampai memperoleh bagdes yang
cukup. Namun saya dikejutkan oleh obrolan rekan-rekan Maps Creator yang
mengeluhkan aturan yang berlaku pada periode kedua setelah pengumuman perolehan
badges di minggu kedua, bahwa yang berhak untuk mendapatkan merchandise hanya
map creator yang masuk dalam peringkat berdasarkan aturan yang telah dibuat
oleh panitia.
Saya tidak menyalahkan panitia, karena apapun
aturan yang telah diputuskan pasti telah melewati banyak diskusi, penyampaian
pendapat dan banyak pertimbangan hal lainnya. Yang salah adalah pada diri saya
sendiri mengapa tidak memperhatikan aturan pada periode kedua dengan teliti. Berani
mengikuti suatu Event/Kompetisi, berarti harus tunduk kepada segala aturan yang
ada. Dari pada membuat statement yang tidak penting, lebih baik berusaha untuk
mengikuti segala aturan dan melakukannya dengan sungguh-sungguh.
Sehingga setelah memperhitungkan dengan
segala cara, untuk mendapatkan peringkat pertama dalam sehari harus mendapatkan
bagdes yang lumayan membutuhkan usaha yang sangat maksimal. Dan semenjak saat
itu saya bertekat untuk berusaha secara maksimal sampai akhir periode dengan
perhitungan sehari harus memperoleh berapa badges dengan menerapkan strategi
yaitu pada saat jam kerja, karena tidak bisa ke mana-mana, maka yang harus
dilakukan adalah memanfaatkan waktu senggang untuk membuat jalan, sedangkan
sepulang kantor menjelajah untuk memperoleh data Poi.
Sehingga dalam sehari saya melakukan
penjelajahan sepanjang kurang lebih sejauh 20KM. bayangkan saja, sepanjang itu
saya bisa mencatat berapa Poi. Maju sedikit, catat. Maju sedikit, catat. Itulah
yang terus saya lakukan selama kurang lebih 3 jam. Begitu merasakan lelah, saya
mencari minimarket untuk membeli sekedar minuman dingin untuk memulihkan tenaga
dan tidak lupa mencatat Minimarket tersebut ke dalam Poi. Di saat waktunya
untuk ibadah, saya mencari tempat ibadah dan sekali lagi tidak lupa
mencatatnya. Begitu tenaga pulih, langsung melanjutkan perjalanan. Setelah saya
rasa cukup dan hari mulai sore, saat itulah penjelajahan saya akhiri dan
kembali pulang ke rumah. Setelah istirahat, makan dan sholat, malamnya yang
saya lakukan adalah memasukkan data-data Poi yang saya peroleh tadi ke Here
Maps Creator, dan terkadang sampai larut malam. Apabila Quota Modem habis,
harus berupaya ke Warnet terdekat karena persediaan untuk membeli quota tidak
cukup. Dalam mengikuti Event ini memang membutuhkan banyak Kuota Internet,
rata-rata selama 1 periode saya menghabiskan 8GB.
Namun setelah beberapa hari, kendaraan yang
saya gunakan untuk menjelajah mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan lagi
sebelum diperbaiki dan menunggu gaji bulan depan, maka penjelajahan saat itu
dihentikan dan diganti oleh pembuatan jalan. Masih beberapa ribu KM lagi yang
dibutuhkan untuk memperoleh peringkat pertama, dan saat itu rasa pesimis pun
menghampiri, mana ada jalan yang masih kosong/belum dibuat yang memiliki
panjang 4000Km. dilihat dari peta saya, sepanjang itu dapat diperoleh sepanjang
Pulau Sumatera, dari ujung Aceh sampai Ujung Lampung.
Namun karena sudah membulatkan tekat untuk
tetap mengejar peringkat pertama, saya pun mulai menjelajah melalui foto
satelit untuk mencari beberapa jalan yang masih kosong. Dan Alhamdulillah, di
mana ada niat, di situ ada jalan, asalkan dilakukan dengan sabar dan
sungguh-sungguh. Tidak ada waktu yang saya lewatkan untuk membuat jalan, mulai
dari pagi sejak bekerja di kantor dengan memanfaatkan waktu yang kosong,
sepulang kerja setelah sholat dan makan langsung melanjutkan sampai sore.
Begitu lagi setelah sholat dan makan langsung saya lanjutkan sampai badan
terasa letih dan harus istirahat malam dan terkadang sampai larut malam.
Dan Alhamdulillah setelah pengumuman
perolehan badges di minggu ketiga, dalam waktu satu minggu, saya bisa
mendapatkan banyak Poi dan beberapa KM Jalan yang mencukupi badges untuk berada
pada posisi pertama. Masih ada beberapa hari lagi sebelum penutupan periode
kedua, dan besar kemungkinan peringkat yang sekarang saya miliki bisa saja
diraih oleh Maper yang lain, sehingga usaha yang harus dilakukan sampai akhir
penutupan periode benar-benar maksimal. Sehingga sampai akhir penutupan pada
tanggal 25 Maret 2014 Pukul 23.59 WIB barulah selesai perjuangan di periode
kedua ini. Semoga hasil Validasi dari tim Here Maps Indonesia memberikan hasil
seperti yang diharapkan.
Langganan:
Postingan (Atom)












































